ANALISIS
RASIO
1.
Pengertian
Rasio
keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos
laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan
signifikan (berarti). Misalnya antara utang dan modal, antara kas dan total
aset, antara harga pokok produksi dengan total penjualan, dan sebagainya.
Teknik ini sangat lazim digunakan para analisis keuangan. Rasio keuangan sangat
penting dalam melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan. Rasio
keuangan itu bisa banyak sekali.
Rasio
keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara
pos tertentu dengan pos lainnya. Dengan penyederhanaan ini kita dapat menilai
secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkan dengan rasio lain
sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian.
Perbedaan
jenis perusahaan dapat menimbulkan perbedaan rasio-rasio yang penting. Misalnya
rasio yang ideal mengenai likuiditas untuk bank tidak sama dengan rasio pada
perusahaan industri,perdagangan, atau jasa. Oleh karenanya, di dalam laporan
mengenai avere industy ratio di Amerika perusahaan yang menerbitkannya
membagi-bagi rasio menurut rasio menurut jenis perusahaan bahkan menurut
sub-sub industi yang lebih rinci.
2.
Keunggulan Analisis Rasio
Analisis rasio ini memiliki
keunggulan dibanding teknik analisis lainnya. Keunggulan tersebut adalah:
1. Rasio
merupakan angka-angka atau iktisar statistik yang lebih mudah dibaca dan
ditafsirkan;
2. Merupakan
pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan
yang sangat rinci dan rumit;
3. Mengetahui
posisi perusahaan di tengah industry lain;
4. Sangat
bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan
model prediksi (Z-score);
5. Menstandarisir
size perusahaan;
6. Lebih
mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan
perusahaan secara priodik atau “time series”;
7. Lebih
mudah melihat tren perusahaan secara melakukan prediksi di masa yang akan
datang.
3.
Keterbatasan
Analisis Rasio
Disamping keunggulan yang dimiliki
analisis rasio, teknik ini juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus
disadari sewaktu penggunaannya agar kita tidak salah dalam penggunaannya.
Adapun keterbatasan analisis rasio
itu adalah:
1. Kesulitan
dalam memilih rasio yang tepat yang dapt digunakan untuk kepentingan
pemakainya.
2. Keterbatasan
yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik
ini seperti:
a. Bahan
perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran dan
judgment yang dapat dinilai bias atau subjektif
b. Nilai
yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost)
bukan harga pasar
c. Klasifikasi
dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio
d. Metode
pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh
perusahaan yang berbeda
3. Jika
data untuk menghitung rasio tidak tersedia, akan menimbulkan kesulitan
menghitung rasio.
4. Sulit
jika data yang tersedia tidak sinkron.
5. Dua
perusahaan dibandingkan bisa saja teknik dan standar akuntansi yang dipakai
tidak sama. Oleh karenanya jika dilakukan perbandingan bisa menimbulkan
kesalahan.
4.
Jenis
Rasio
Adapun
rasio keuangan yang sering digunakan adalah:
1. Rasio
Likuiditas
2. Rasio
Solvabilitas
3. Rasio
Profitabilitas/Rentabilitas
4. Rasio
Leverage
5. Rasio
Aktivitas
6. Rasio
Pertumbuhan
7. Market
Based (penilaian pasar)
8. Rasio
Produktivitas
5.
Tujuan
Analisis Rasio
Analisis rasio
digunakan secara khusus oleh investor dan kreditor dalam keputusan investasi
atau penyaluran dana. Keputusan tersebut dilakukan antara lain dengan
membandingkan antara rasio perusahaan dengan industri. Keputusan penyaluran
kredit modal kerja dan keputusan penyaluran kredit investasi akan memerlukan
data dan rasio pendukung yang berbeda. Jenis rasio yang akan digunakan akan
tergantung dari jenis keputusan yang akan digunakan.
2.2
RASIO
AKTIVITAS
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa
efektif perusahaan dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua
rasio aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan
investasi pada berbagai jenis aktiva. Rasio-rasio aktivitas menganggap bahwa
sebaiknya terdapat keseimbangan yang layak antara penjualan dan beragai unsur
aktiva misalnya persediaan, aktiva tetap dan aktiva lainya.
Aktiva yang rendah pada tingkat penjualan tertentu
akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva
tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva
lain yang lebih produktif.
2.3 TUJUAN DAN MANFAAT RASIO AKTIVITAS
Dalam praktiknya rasio aktivitas yang digunakan perusahaan
memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai. Rasio aktivitas juga memberikan banyak
manfaat bagi kepentingan perusahaan maupun bagi pihak luar perusahaan, untuk masa
sekarang maupun masa yang akan datang.
Beberapa tujuan yang hendak dicapai perusahaan dari
penggunaan rasio aktivitas antara lain.
1.
Untuk mengukur berapa lama
penagihan puitang selama satu tahun periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam
piutang ini berputar dalam satu periode.
2.
Untuk menghitung hari
rata-rata penagihan piutang, dimana hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari
(berapahari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.
3.
Untuk menghitung berapa hari
rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang.
4.
Untuk mengukur berapa kali
dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau berapa penjualan
yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan
5.
Untuk mengukur
berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode.
6.
Untuk mengukur
penggunaan semula aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan.
Kemudian, disamping tujuan yang ingin dicapai diatas, terdapat beberapa manfaat
yang dapat dipetik dari rasio aktivitas, yakni sebagai berikut.
1.
Dalam bidang piutang
a.
Piutang atau manajemen dapat mengetahui
berapa lama piutang mampu ditagih selama satu periode. Kemudian, manajemen juga
dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanam dalam puitang ini berputar dalam
satu periode, dengan demikian, dapat diketahui efektif atau tidaknya kegiatan perusahaan
dalam bidang penagihan.
b.
Manajemen dapat mengetahui jumlah
hari dalam rata-rata penagihan piutang sehingga manajemen dapat pula mengetahui
jumlah hari (berapahari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.
2.
Dalam bidang persediaan
Manajemen dapat mengetahui hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang. Hasil
ini dibandingkan dengan target yang telah ditentukan atau rata-rata industri.
Kemudiaan perusahaan dapat pula membandingkan hasil ini dengan pengukuran rasio
beberapa periode yang lalu.
3.
Dalam bidang modal kerja dan penjualan
Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal
kerja berputar dan satu periode atau dengan kata lain, berapa penjualan yang
dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan.
4.
Dalam bidang aktiva dan penjualan
a.
Manajemen dapat mengetahui berapa
kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode.
b.
Manajemen dapat mengetahui penggunaan
semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan dalam suatu periode tertentu.
2.4 JENIS-JENIS
RASIO AKTIVITAS
Rasio
aktivitas (activity ratio) mengukur kemampuan perusahaan mendayagunakan aset.
Rasio aktivitas dapat dikaitkan dengan jenis aset yang akan diukur. Dengan
demikian, rasio aktivitas dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu:
· Aktivitas
jangka pendek (Short-term activity)
· Aktivitas
jangka panjang (long-term activity)
Aktivitas
jangka pendek akan berorientasi pada operasi rutin perusahaan, yang diwakili
kemampuan perusahaan dalam rangka mengendalikan modal kerja, yaitu piutang,
persediaan dan utang usaha. Sementara aktivitas jangka panjang lebih
berorientasi pada penggunaan aset tidak lancar, terutama aset tetap.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Prihadi, Toto. 2010. Analisis Laporan Keuangan Teori dan
Aplikasi. Jakarta: PPM Manajemen.
Kasmir, 2012. Analisis
Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar