Rabu, 09 Juli 2014

Rasio Aktivitas

   ANALISIS RASIO
1.    Pengertian
Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Misalnya antara utang dan modal, antara kas dan total aset, antara harga pokok produksi dengan total penjualan, dan sebagainya. Teknik ini sangat lazim digunakan para analisis keuangan. Rasio keuangan sangat penting dalam melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan. Rasio keuangan itu bisa banyak sekali.
Rasio keuangan ini hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu dengan pos lainnya. Dengan penyederhanaan ini kita dapat menilai secara cepat hubungan antara pos tadi dan dapat membandingkan dengan rasio lain sehingga kita dapat memperoleh informasi dan memberikan penilaian.
Perbedaan jenis perusahaan dapat menimbulkan perbedaan rasio-rasio yang penting. Misalnya rasio yang ideal mengenai likuiditas untuk bank tidak sama dengan rasio pada perusahaan industri,perdagangan, atau jasa. Oleh karenanya, di dalam laporan mengenai avere industy ratio di Amerika perusahaan yang menerbitkannya membagi-bagi rasio menurut rasio menurut jenis perusahaan bahkan menurut sub-sub industi yang lebih rinci.
2.     Keunggulan Analisis Rasio
            Analisis rasio ini memiliki keunggulan dibanding teknik analisis lainnya. Keunggulan tersebut adalah:
1.    Rasio merupakan angka-angka atau iktisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan;
2.    Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit;
3.    Mengetahui posisi perusahaan di tengah industry lain;
4.    Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score);
5.    Menstandarisir size perusahaan;
6.    Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara priodik atau “time series”;
7.    Lebih mudah melihat tren perusahaan secara melakukan prediksi di masa yang akan datang.


3.    Keterbatasan Analisis Rasio
            Disamping keunggulan yang dimiliki analisis rasio, teknik ini juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus disadari sewaktu penggunaannya agar kita tidak salah dalam penggunaannya.
            Adapun keterbatasan analisis rasio itu adalah:
1.    Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapt digunakan untuk kepentingan pemakainya.
2.    Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik ini seperti:
a.       Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran dan judgment yang dapat dinilai bias atau subjektif
b.      Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan harga pasar
c.       Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio
d.      Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh perusahaan yang berbeda
3.    Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia, akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.
4.    Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron.
5.    Dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik dan standar akuntansi yang dipakai tidak sama. Oleh karenanya jika dilakukan perbandingan bisa menimbulkan kesalahan.

4.    Jenis Rasio
            Adapun rasio keuangan yang sering digunakan adalah:
1.    Rasio Likuiditas
2.    Rasio Solvabilitas
3.    Rasio Profitabilitas/Rentabilitas
4.    Rasio Leverage
5.    Rasio Aktivitas
6.    Rasio Pertumbuhan
7.    Market Based (penilaian pasar)
8.    Rasio Produktivitas

5.    Tujuan Analisis Rasio
Analisis rasio digunakan secara khusus oleh investor dan kreditor dalam keputusan investasi atau penyaluran dana. Keputusan tersebut dilakukan antara lain dengan membandingkan antara rasio perusahaan dengan industri. Keputusan penyaluran kredit modal kerja dan keputusan penyaluran kredit investasi akan memerlukan data dan rasio pendukung yang berbeda. Jenis rasio yang akan digunakan akan tergantung dari jenis keputusan yang akan digunakan.

2.2    RASIO AKTIVITAS
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aktiva. Rasio-rasio aktivitas menganggap bahwa sebaiknya terdapat keseimbangan yang layak antara penjualan dan beragai unsur aktiva misalnya persediaan, aktiva tetap dan aktiva lainya.

Aktiva yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.

2.3     TUJUAN DAN MANFAAT RASIO AKTIVITAS
Dalam praktiknya rasio aktivitas yang digunakan perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai. Rasio aktivitas juga memberikan banyak manfaat bagi kepentingan perusahaan maupun bagi pihak luar perusahaan, untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Beberapa tujuan yang hendak dicapai perusahaan dari penggunaan rasio aktivitas antara lain.
1.      Untuk mengukur berapa lama penagihan puitang selama satu tahun periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
2.      Untuk menghitung hari rata-rata penagihan piutang, dimana hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapahari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.
3.      Untuk menghitung berapa hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang.
4.      Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan
5.      Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode.
6.      Untuk mengukur penggunaan semula aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan.

Kemudian, disamping tujuan yang ingin dicapai diatas, terdapat beberapa manfaat yang dapat dipetik dari rasio aktivitas, yakni sebagai berikut.
1.      Dalam bidang piutang
a.       Piutang atau manajemen dapat mengetahui berapa lama piutang mampu ditagih selama satu periode. Kemudian, manajemen juga dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanam dalam puitang ini berputar dalam satu periode, dengan demikian, dapat diketahui efektif atau tidaknya kegiatan perusahaan dalam bidang penagihan.
b.      Manajemen dapat mengetahui jumlah hari dalam rata-rata penagihan piutang sehingga manajemen dapat pula mengetahui jumlah hari (berapahari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.

2.         Dalam bidang persediaan
Manajemen dapat mengetahui hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang. Hasil ini dibandingkan dengan target yang telah ditentukan atau rata-rata industri. Kemudiaan perusahaan dapat pula membandingkan hasil ini dengan pengukuran rasio beberapa periode yang lalu.
3.         Dalam bidang modal kerja dan penjualan
Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dan satu periode atau dengan kata lain, berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan.
4.         Dalam bidang aktiva dan penjualan
a.       Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode.
b.      Manajemen dapat mengetahui penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan dalam suatu periode tertentu.

2.4  JENIS-JENIS RASIO AKTIVITAS
Rasio aktivitas (activity ratio) mengukur kemampuan perusahaan mendayagunakan aset. Rasio aktivitas dapat dikaitkan dengan jenis aset yang akan diukur. Dengan demikian, rasio aktivitas dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu:
·      Aktivitas jangka pendek (Short-term activity)
·      Aktivitas jangka panjang (long-term activity)
Aktivitas jangka pendek akan berorientasi pada operasi rutin perusahaan, yang diwakili kemampuan perusahaan dalam rangka mengendalikan modal kerja, yaitu piutang, persediaan dan utang usaha. Sementara aktivitas jangka panjang lebih berorientasi pada penggunaan aset tidak lancar, terutama aset tetap.
 
DAFTAR KEPUSTAKAAN

Prihadi, Toto. 2010. Analisis Laporan Keuangan Teori dan Aplikasi. Jakarta: PPM Manajemen.
Kasmir,  2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT  Raja Grafindo Persada


Tidak ada komentar:

Posting Komentar