Rabu, 16 Juli 2014

Pengertian pasar


 PENGERTIAN PASAR
Pengertian pasar secara sederhana dapat diartikan sebagai tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Pengertian ini mengandung arti pasar memiliki tempat atau lokasi tertentu sehingga memungkinkan pembeli dan penjual bertemu. Artinya juga di dalam pasar ini terdapat penjual dan pembeli adalah untuk melakukan transaksi jual beli produk baik barang maupun jasa.
Pengertian lebih luas tentang pasar adalah himpunan pembeli nyata dan pembeli potensial atas suatu produk. Pasar juga dapat diartikan pula sebagai suatu mekanisme yang terjadi antara pembeli dan penjual atau tempat pertemuan antara kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran.
Dari pengertian ini mengandung arti bahwa pasar merupakan kumpulan atau himpunan dari para pembeli, baik pembeli nyata maupun pembeli potensial atas suatu produk atau jasa tertentu. Pasar juga mengandung arti adanya kekuatan permintaan dan penawaran terhadap suatu produk.
 Para ahli ekonomi menggunakan istilah pasar untuk menyatakan sekumpulan pembeli dan penjual yang melakukan transaksi atas suatu produk atau kelas produk tersebut. Pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain.
Menurut para ahli, pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dan penawaran untuk membentuk suatu harga. Sedangkan menurut ahli pemasaran Stanto, mengemukakan bahwa pasar merupakan kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.

DAFTAR KEPUSTAKAAN 
 
Rahmawati, Penerapan Etika Bisnis dalam Melakukan Transaksi Penjulan Di Pasar Tradisional Kec. Marpoyan Damai Di Pekanbaru Menurut Perspektif Etika Ekonomi Islam, Pekanbaru : Skripsi, Program Studi Ekonomi Islam, Universitas Sultan Syarib Kasyim, 2011.
Kasmir dan Jakfar. 2004. Studi Kelayakan Bisnis. Cetakan 2. Jakarta : Kencana.





Pengertian Etika Bisnis

ETIKA BISNIS
1.      Pengertian Etika
Etika berasal dari kata Yunani ethos, yang dalam bentuk jamaknya (ta etha) berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan”. Dalam pengertian ini, etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat yang diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi kegenerasi yang lain. Kebiasaan ini lalu terungkap dalam perilaku berpola yang terus berulang sebagai suatu kebiasaan.   
Apabila seseorang taat pada etika, berkecenderungan akan menghasilkan perilaku yang baik dalam setiap aktivitas atau tindakannya, tanpa kecuali dalam aktivitas bisnis. Secara konkret bisa diilustrasikan jika seorang pelaku bisnis yang peduli pada etika, bisa diprediksi ia akan bersikap jujur, amanah, adil, selalu melihat kepentingan orang lain dan sebagainya. Sebaliknya bagi mereka yang tidak mempunyai kesadaran akan etika, di mana pun dan kapan pun saja tipe kelompok orang kedua ini akan menampakkan sikap kontra produktif dengan sikap tipe kelompok orang pertama dalam mengendalikan bisnis. 
2.      Pengertian Bisnis
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan bisnis sebagai usaha komersial dunia perdagangan, bidang usaha, bekerja dibidang. ( Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2008 : 200 ). Sedangkan dalam bahasa Arab, sebutan bisnis biasa diungkapkan dengan kata At-Tijârah, mengandung arti : al-bai’u aw asy-syara’u bi qashdi An-ribhi ( usaha komersial yang berorientasikan profit ). Singkatnya, bisnis dapat didefenisikan sebagai segala bentuk aktivitas dari berbagai bentuk transaksi yang dilakukan manusia guna menghasilkan keuntungan, baik berupa barang dan atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.
Perdagangan atau jual beli atau istilah kerennya bisnis adalah salah satu kebutuhan hidup manusia. Ia selalu menyertai manusia sepanjang sejarahnya. Bisnis hadir melengkapi kebutuhan manusia lainnya. Tidak sekedar melengkapi, tetapi sebagai salah satu kebutuhan utama. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan untuk saling menukar barang yang diperlukan. Karena tidak ada satu manusia pun yang memiliki semua barang yang dibutuhkan. Satu manusia membutuhkan suatu barang, dan yang lainnya memiliki barang yang dicari, atau sebaliknya.
  
3.      Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis adalah sebagai seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsip-prinsip moralitas. Dalam arti lain etika bisnis berarti seperangkat prinsip dan norma dimana para pelaku bisnis harus komit padanya dalam bertransaksi, berprilaku, dan berelasi guna mencapai daratan atau tujuan-tujuan bisnisnya dengan selamat. Selain itu, etika bisnis juga dapat berarti pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis, yaitu refleksi tentang perbuatan baik, buruk, terpuji, tercela, benar, salah, wajar, tidak wajar, pantas, tidak pantas dari perilaku seseorang dalam berbisnis atau bekarja.
A.Sonny Keraf, mengatakan jika bisnis tidak punya etika, apa gunanya kita berbicara mengenai etika dan apa pula gunanya kita berusaha merumuskan berbagai prinsip moral yang dapat dipakai dalam bidang kegiatan yang bernama bisnis. Paling tidak adalah tugas etika bisnis untuk pertama-tama memperlihatkan bahwa memang bisnis perlu etika, bukan hanya berdasarkan tuntutan etika belaka melainkan juga berdasarkan tuntutan kelangsungan bisnis itu sendiri.
Christopher Pass, dkk menegaskan, business ethick ( etika bisnis ) merupakan petunjuk moral untuk melakukan bisnis berdasarkan apa yang benar, salah, dan adil. ( A. Kadir, 2010 : 50-52 ). Adapun menurut Yusuf Al-Qardhawi, manusia muslim, individu maupun kelompok dalam lapangan ekonomi atau bisnis di satu sisi diberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. Namun disisi lain, ia terikat dengan iman dan etika sehingga ia tidak bebas mutlak dalam menginvestasikan modalnya atau memebelanjakan hartanya.
Berbisnis secara etis sangat perlu dilakukan karena profesi bisnis pada hakekatnya adalah profesi luhur yang melayani masyarakat banyak. Usaha bisnis berada di tengah-tengah masyarakat, mereka harus menjaga kelangsungan hidup bisnisnya.
DAFTAR KEPUSTAKAAN 
 
A.Kadir. 2010. Hukum Bisnis Syariah dalam Islam. Jakarta : Amzah.
Alma, Buchari. 2003. Dasar-dasar Etika Bisnis Islami. Cetakan 3. Bandung : CV. Alfabeta.
Badroen, Faisal dkk. 2006. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta : Kencana.
Djakfar, Muhammad. 2012. Etika Bisnis Menangkap Spirit Ajaran Langit dan Pesan Moral Ajaran Bumi. Jakarta : Penebar Plus.
Ramlan, Anton. 2013. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta : Bee Media Indonesia.
Qardhawi, Yusuf. 1997. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta : Gema Insani Press.