Kamis, 21 Mei 2015

Makalah Pemasaran


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
          Perusahaan masa kini harus memikirkan kembali misi bisnis dan strategi pemasaaran mereka secara kritis. Perusahaan masa kini tidak bergerak dalm pasardengan sainga yang sudah di ketahui dan sudah pasti, atau pilihan pelanggan yang stabil, melainkan perang antara saingan yang terus berubah, kemajuan teknologi, hukum baru, kebijaksanaan pedagangyang terkeloladan turunya kestian pelanggan.perusahaan bersaing dalam perlombaan yangaturan dan rambu-rambunya terus berubah, garis akhirnyatidak ada dan tidak ada ‘’kemenangan’’ permanen.mereka harus berlomba , dan berharap mereka bergerak se arah  dengan ke inginan masyarakat.
            Sewaaktu masih ‘’ bisnis seperti biasa’’ perusahaan dapat berhasil dengan membuat produk dan mendukungnya dengan iklan dan penjualan yang agresif. Ini yang dulu di sebut ‘pemasaran’ dan masih pandangan awam.sayang sekali banya pemimpin perusahaan yang masih berfikir bahwa pemasaran adalah menyuruh bagian penjualan menjual keluar apapun yang di buat oleh perusahaan. Pandangan ini menuju kehancuran.
            Sadarila h pelanggan masa kin menemukan banyak sekali produk dalam setiap kategori. Sadarilah bahwa pelanggan memilki beragam kebutuhan dalam kombinasiserta harga barang  atau jasa. Sadarilah harapan mereka akan mutu dan pelayanan tinggi serta terus meningkat. Di tenga pilihan yang begitu banyak, pelanggan cenderung memilih tawaran yang paling sesuai dengan kebutuhan serta harapan masing-masing. Mereka membeli berdasarkan pandangan nilai mereka.
            Karena itu tidak heran bahwa perusahaan yang unggl masa kini adalah paling beasail memusakan, bahkan menyenangkan pelanggan sasaran mereka. Perusahaan –perusahaan ini  melihat pemasaran sebagi filosofi seluruh perusahaan, bukan bagi tersendiri . mereka ingin bagian pemasran mereka membantu menentukan kelompok dan kebutuhan pelanggan manakah yang dapat mereka penuhi dengan menguntungkan . perushaan –perushaan ini ingin menjadi yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan pasar  sasaran mereka.
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa yang di maksud dengan Konsep pemasaran ?
2.      Bagai mana proses perencanaan pemasaran?


BAB II
PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN PEMASARAN

            Konsep pemasaran muncul pada pertengahan tahun  1950-an. Sebagai ganti filosofi  ‘’ buat dan jual’’ yang berpusat pada produk, bergeser ke filosofi ‘’ pahami dan tanggapi’’ yang berpusat pada konsumen.filosofi ‘’buat dan jual’’ bertitik tolak bahwa konsumen akan membeli seluruh barang yang di produksi oleh perusahaan, namun kelemahan filosofi ini adalah sering kali produk yang di buat tidak berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini mengakibatkan banyak produk perusahan yang tidak laku di perusahan yang tidak laku di pasaran, meskipun betapa canggih dan bagusnya produk tersebut karena tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.
            Sementara filosofi ‘’pahami dan tanggapi ‘’ bertitik tolak bahwa pembuatan suatu produk haruslah berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan dari konsumen, sehingga produk yang di buat benar-benar yang menjadi kebutuhan konsumen.Seorang pemasar mampu memahami pelanggan secara emosi, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen  dapat dipahami oleh pemasar dan akhirnya mampu menghasilkan produk yang di butuhkan oleh konsumen.

B. DEFENISI PEMASARAN

             Apa bialah mendengar kata pemasaran sering kali di kaitkan oleh banyak pihak dengan penjualan (sales), Sales Promotion Gril,Iklan ,Promosi, atau Produk. Bahkan Seringkali menyamakan profesi marketer (Pemasaran)  dengan sales (penjual) . Namun pemasaran tidalah sempit yang di identikan oleh banyak orang, karna pemasaran berbeda dengan penjualan. Pemasaran lebih merupakan “Suatu Seni Menjual Produk “, Sehingga pemasaran proses penjualan yang di mulai dari perancangan produk sampai dengan setelah produk tersebut terjual. Berbeda dengan penjualan barang atau jasa.

            Dunia pemasaran sering pula di identikkan dengan dunia yang penuh janji manis namun belum tentu terbukti apakah produknya sesuai dengan apa yang telah di janjikan. Inilah yang harus di buktikan dalam suatu manajemen pemasaran syariah baik pada penjualan produk barang atau jasa, bahwa pemasaran syariah bukanalah dunia yang penuh dengan tipu menipu. Sebab pemasaran syariah merupakan tingkat paling tinggi dalam pemasaran, yaitu spiritual marketing, di mana etika, nilai-nilai dan norma di junjung tinggi. Hal- hal ini seringkali di langgar oleh dalam pemasaran konvensional, sehingga menyebabkan konsumen pada akhirnya banyak kecewa  pada produk barang atau jasa yang telah di beli karna berbeda dengan apa yang telah di janjikan oleh para pemesar.
C. Konsep Pemasaran

            Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.
Konsep inti dari kegiatan pemasaran ialah:
1.      Kebutuhan, keinginan dan permintaan
Konsep paling mendasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan secara umum terbagi atas kebutuhan primer,skunder dan tersier. Semua ini termasuk kebutuhan fisik dasar akan makanan, pakaian, keamanan . kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang dan kebutuhan individual akan pengetahuan dan mengespresikan diri. Semua kebutuhan ini tidak diciptakan oleh pemasar , semuanya merupakan bagian yang mendasar manusia.
Keinginan  adalah bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya  dan kepribadian individual. Manusia mempunyai keinginan yang menyaris tanpa batas tetapi sumberdaya yang di milikinya terbatas.jadi , mereka ingin memilih produk yang memberi nilai dan kepuasan paling tinggi  untuk sumber daya yang memiliki, manusia menciptakan permintaan akan produk dengan manfaat yang mampu memberikan  kepuasan yang paling tinggi.
Permintaan adalah  keinginan manusia yang didukung oleh daya beli. Keinginan dapat berubah menjadi permintaan bila mana di sertai dengan daya beli. Konsumen memandang produk sebagai kumpulan manfaat dan memilih produk  yang memberikan kumpulan terbaik untuk uang yang mereka keluarkan. Setiap orang memiliki banyak keinginan, namun tidak semua keinginan tersebut menjadi suatu permintaan apabilah tidak disertai dengan daya beli atas keinginan tersebut.
2.      Produk
Manusia memuaskan kebutuhan dan keinginan dengan produk.produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pemasar untuk di perhatikan, dimiliki , digunakan atau di konsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan  kebutuhan


3.       Nilai,biaya dan kepuasan
Setelah mewngetahui keinginan dan kebutuhan akan barang dan jasa, konsumen akan di hadapkan pada jajaran produk dan jasa yang beraneka ragam. Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan nilai kegunaan. Nilai kegunaan mempunyai dampak langsung pada prestasi produk dan kepuasan pelanggan. Nilai dapat di defenisikan sebagai perbedaan antara nilai yang di nikmati pelanggan kerna memiliki serta menggunakan suatu produk dan biaya untuk memiliki produk tersebut. Nilai di sini ada di artikan sebagai nilai nominal, yaitu harga dari produk tersebut. Dan ada nilai intrinsik yaitu nilai guna  dari produk tersebut.
            Kepuasan pelanggan adalah apa yang didapat oleh konsumen di bandingkan dengan persepsi komsumen atas produk tersebut.

4.      Pertukaran, transaksi dan hubungan
Pemasaran terjadi ketika orang memutuskan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan lewat pertukaran. Pertukaran merupakan konsep inti dari pemasaran, mencangkup perolehan produk yang di ingiinkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Sifat pertukaran merupakan sifat yang sunatullah dari manusia, terlihat dari bentuk pertukaran yang dilakukan mulai dari barter sampai dengan pertukaran barang dengan uang yang kita lakukan sampai saat ini  dalam traksaksi sehari – hari. Pertukaran di disini dapat pula bermakna pertukaran manfaat produk yang dimiliki perusahaan kepada konsumen.
            Supaya muncul suatu potensi pertukaran, lima persyaratan berikut yang harus di penuhi:
a.      Sekurang-kurangnya ada dua pihak yang melakukan pertukaran.
b.      Masing-masing pihak memiliki sesuatu produk yang bernilai untuk di tukarkan dengan pihak lain.
c.       Masing-masing pihak mampu berkomuikasi dan menyerahkan sesuatu.
d.      Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran untuk melakukan pertukaran.
e.      Masing-masing pihak yakni bertransaksi merupakan cara yang tepat dan di inginginkan.

5.      Pasar
Konsep pertukaran mengarah konsep suatu pasar, dimana pasar adalah perangkat pembeli yang aktual dan potensi dari sebuah produk. Ukuran suatu pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukan kebutuhan, mempunyai sumber daya untuk terlibat dalam pertukaran dan bersedia menawarkan sumberdaya. Untuk mencapai pasar sasaran, ada tiga jenis saluran pemasaran pemasaran yang dapat di gunakan, yaitu saluran komunikasi, saluran distribusi, dan saluran jasa. Saluran komunikasi digunakan untuk di gunakan untuk menyerahkan dan menerima pesan dari pembeli sasaran. Saluran komunikasi meliputi surat kabar, radio, reklame dan berbagi media lainnya. Saluran distribusi digunakan untuk memekarkan atau menyerahkan produk fisik atau jasa kepada pembeli atau penguna, termasuk distributor, subdistributor, grosir, agen, dan pengecer. Saluran jasa jasa di gunakan untuk melakukan transaksi dengan pembeli potensial, mencangkup pergudangan, perusahaan pengangkutan, perban-kan, dan perusahaan asuransi yang memudahkan transaksi.

6.      Pemasaran, pemasar dan prospek
Pemasaran berarti mengolah pasar untuk menghasilkan pertukaran dengan tujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Dalam situasi biasa pemasaran mencangkup melayani pasar pengguna akhir bersama pesaing. Perusahaan dan pesaing mengirimkan produk dan pesan mereka langsung kepada konsumen atau lewat perantara pemasaran kepada pengguna akhir. Pemasaran titik kuncinya adalah prosews yang terjadi antara dua pihak atau lebih.
Pemasar adalah pihak yang memasarkan atau menawarkan manfaat suatu produk kepada pihak lain yang menjadi pasar sasaran dari produk tersebut.Prosek adalah pihak yang merupakan target pasar potensial dari produk yang di tawarkan oleh pemasar.

   D . PROSES PERANCANAAN PEMASARAN
            Rencana pemasaran sering di istilahkan perancanaan bisnis,perencanaan keuangan dan lain sebagainnya.sebagai perusaan membedakan istilah-istilah tersebut sebagian yang lain tidak mempedulikan. Berbeda atau tidak , perusaan dalam menyusun berbagai rencana masing-masing mengandung nilai pemasaran yang cukup tinggi.masukan dari pemasaran dapat di manfaatkan untuk rencana-rencana yang berlainan sebai berikut:
a.      Rencana pemasaran
Rencana perusahan memperlihatkan total  rencana usaha tersebut. Dari perhitungan rentang waktu, rencana ini bisa tahunan,jangka menenga maupun jangka panjang.isi rencana perushaan misi perusahaan, strategi pertumbuhan, penanaman modal, tujuan dan sasaran. Karena sifatnya menyeluruh maka dalam rencana tidak akan nampak kegiatan masing-masing unit secara rinci.

b.      Rencana divisi
                        Rencana revisi hampir sama dengan rencana perusahaan yang mencangkup rencana pertumbuhan dan profitabilitas yang ingin di capai oleh devisi, selain itu di cantumkan juga strategi di bidang pemasaran,keuangan, produksi, dan personalia. Skala waktunya sama dengan rencana perusahaan.

c.       Rencana merk
Memperlihatkan sasaran,strategi dan segala taktik pada merk tertentudalam kategori  produk. Tanggupan jawabpenyusunan rencana ini ada pada manejer merk.
d.      Rencana pasar
Rencana pasar adalah suatu rencana untuk mengenbangkan dan melayanipasar indusri atau geografis tertentu. Tanggung jawab penyusunan ada pada menejer pasar.dalam rencan pasar di susun jugak rencana pelanggan yang di susun khusus untuk pelangan utama.   
e.      Rencna Produk Atau Pasar
Rencna produk atau pasar adalah rencana yang di susun untuk memasarkan produk tertentu ke dalam suatu pasar industri atau geografis tertentu.
f.        Rencana fungsional
Rencan fungsional adalah rencana yang disusun untuk fungsional pokok misalkan pemasaran , produksi, sumberdaya manusia,keuangan atau penelitian dan pengembangan . di dalam rencana ini juga di sebutkan  sub fungsi dari fungsi pokoknya misalnya dalam fungsi pemasaran maka di sebutkan pula rencana periklanan, promosi penjualan , tenaga penjualan dan sebaginya.

            Rencana pemasaran mempunyai beberapa bagian yang beragam tenteng rinci yang di hendakai oleh manajemen.akan tetapi pada umumnya rencana pemasaran terutama rencan produk dan merek meliputi bagian-bagian:
1.      Rangkuman pimpinan
Tujuan bagian ini adalah menyajikan ikhtisar singkat dari seluruh rencana untuk mengetahui sekilas garis besar seluruh rencana yang di siapkan terutama di peruntukan bagi manajer. Dokumen rencana pemasaran sebaiknyadi buka dengan rangkuman singkatan yang berisi sasaran pokokdan rekomendasi yang akan di uraikan.
2.      Situasi pemasaran saat ini
Tujuanya adalah menyajikan data penting yang melatar belakangi seluruh situasi . Data ini adalah mengenai pasar, produk, persaingan, dan distribusi.
3.      Analisis peluang dan masalah
Maksud dari rencana pemasaran ini adalah meringkas harga pokok yang menjadi peluang utama atau ancaman. Kekuatan atau kelemahan, serta-serta masalah mengengai produk yang harus di pecahkanoleh rencana ini. Dengan bekal seluruh data yang telah di urikan dalam bagian situasi pemasaran saaat ini maka seorang manajerproduk mulai mengidentifikasi peluang dan ancaman,kekuatan dan kelemahan serta masalah yang di hadapi oleh perusaan tentang produk tertentu.

4.      Sasaran
Tujuanya adalah merumuskan sasaran di bidang volumepenjualan, bagian pasar dan keuntungan yang harus di capai. Pada tahap ini manajementelah menemukanmasalah yang pokok sehingga mulai di hadapkanpada proses pengembalian keputusan mengenai apa tujuan dan sasaran yang harus di capai. Pada tahap berikunya, sasaran ini lah yang akan mengarah ke penyusunan strategi dan rencan kegiatan. Sasaran ini meliputi dua macam yaitu keuangan dan bidang pemasran.
a.      Sasaran keuangan
Hal ini sebenarnya mendasarkan diri pada suatu statemen bahwa semua perusahaan mendapatkan keuntungan jangka panjang terhadap seluruh penanaman modal yang telah di investasikan.
b.      Saran pemasaran
Sasaran keuangan tidak akan bermanfaat jika tidak di konversikan pada sasaran pemasaran karena antara sasaran pemasaran merupakan dua titik yang berhubungan yang sangant erat. Misalkan suatu sasaran keuntungan dalam bidang keuangan sama sekali tidak akanterealisir jika bagian pemasaran diam di tempat. Bagian pemasaranlah yang akan menntukan barhasil tidaknya sasaran tersebut yaitu dengan menarik  suatu garis sehingga akan tersusun baberapa jumlah penjualanyang dapat menghasilkan keuntungan sasaran. Untuk menetapkan suatu sasaran tidak dapat dilakukandengan ceroboh akan tetapi harus memenuhi kroteria, kriterianya:
·         Setiaap sasaran harus di nyatakan dengan jelas , tidak meragukan, dapat di ukur dan ada batsan waktu untuk mencapainya.
·         Berbagai sasaran yang di tetapkanharus saling berkaitan
·         Sasaran harus bisa di capai akan tetapi harus cukup tinggi dan menntang sehingga mendorong orang melakukan tindakan yang meksimal.
5.      Strategi pemasaran
Tujuan strategi pemasaran adalah menyajikan secara garis besar pendekatan pemasaranyang akan dilakukan agar sasaran rencana bisa di capai . yang di maksud strategi pemsaran adalah pendekatan pokok yang akan di gunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah di tetap kan lebih dahulu di dalamnya tercantum keputusan –keputusan  pokok mengenai target pasar.

6.      Anggaran rugi laba
Maksud dari anggaran rugi laba adalah merrankum hasil keuangan yang di harap kan  dari rencana. Dari sisi  pendapatan di sajikan rencana penjulan dan harga jual  per unitnya sedangkan dari sisi biaya disusun biaya produksi, distribusi dan pemasaran yang di perinci lagi dalam kategori yang lebis sistematis .
7.      Pengendalian
Menguraikan sistem pengawasan atas realisasi yang di bandingkana dengan rencana. Bagia ini di gunakan untuk mengikuti perkembangan pelaksanaandi bandingkan dengan . biasanya sasaran  dan anggaran di pecah menjadi bulanan atau tri wulan. Dengan demikian manajemen dapat mengikuti dan melihat prestasi untuk setiap priodekemudian menganalisis terutama kegiatan yang tidak berhasil mencapai sasaran.


BAB III
KESIMPULAN

 Jadi bisa kita ambil kesimpulan di zaman sekarang tingkatan persaingan dalam dunia kewira usahaan saat ini sangatlah tinggi , di dalam suatu usaha kalau tidak memiliki strategi atau memilki manejemen, itu hal buruk untuk suatu usaha, di saat sekarang ini bagi konsumen memilih produk sangat lah pandai apa lagi produknya berkualitas bagus pasti konsumen akan memilih produk tersebut.  
Nah supaya hal yang tidak di inginkan terjadi atau menimpa suatu usaha kita. Maka sediakan berbagi strategi dan manajemen yang baik dan trik-tirk supaya konsumen akan melirik suatu usaha yang kita produksi.


DAFTAR KEPUSTAKAAN


Al arif , M. Nur Rianto, Dasar-dasar Pemasaran bank Syariah,Badung ,Al Fabeta.2010
Hermawati Ancella Anitawati , Manajemen pemasaran , edisi indonesia , salemba empat, jakarta 1995

Tidak ada komentar:

Posting Komentar